Apa Itu Call to Action? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Table of Contents
Apa Itu Call to Action
Table of Contents

Masih banyak pelaku bisnis yang masih belum paham apa itu call to action, dan mengapa tombol ini sering dianggap sebagai keberhasilan strategi pemasaran. Padahal, tanpa arahan yang jelas, audiens bisa saja meninggalkan halaman tanpa melakukan tindakan apa pun. 

Karena itu, banyak brand memanfaatkan CTA untuk mengarahkan pengunjung menuju langkah berikutnya, mulai dari membaca informasi lebih lanjut hingga melakukan pembelian. CTA menjadi alat untuk meningkatkan interaksi, menghasilkan prospek, dan mendorong konversi.

Apa Itu Call to Action?

Call to Action (CTA) adalah ajakan yang mendorong audiens untuk melakukan tindakan tertentu setelah melihat, membaca, atau berinteraksi dengan sebuah konten. CTA berfungsi sebagai pengarah yang membantu calon pelanggan menentukan langkah berikutnya.

Pelaku bisnis biasanya menampilkan CTA dalam bentuk kalimat singkat, tombol (button), atau tautan (hyperlink) yang mudah ditemukan. CTA ditempatkan pada posisi strategis dan menggunakan desain yang mencolok, sehingga menarik perhatian pengunjung dengan cepat.

Fungsi CTA dalam Pemasaran

Selain sebagai ajakan, CTA juga membantu bisnis mengarahkan audiens menuju tindakan yang menghasilkan nilai. Berikut beberapa fungsi penting CTA dalam strategi pemasaran.

1. Mendorong Audiens Melakukan Tindakan

CTA membantu audiens mengambil keputusan dengan lebih cepat. Ketika seseorang selesai membaca artikel, melihat iklan, atau mengunjungi halaman produk, CTA memberikan arahan yang jelas mengenai langkah berikutnya.

Melalui kalimat sederhana seperti “Daftar Sekarang”, “Pelajari Lebih Lanjut”, atau “Hubungi Kami”, bisnis dapat mengarahkan pengunjung untuk berinteraksi lebih jauh. Arahan yang jelas membuat audiens tidak perlu menebak-nebak tindakan yang harus dilakukan.

2. Meningkatkan Leads dan Konversi

Salah satu tujuan utama penggunaan CTA adalah meningkatkan jumlah prospek dan konversi. CTA membantu bisnis mengubah pengunjung biasa menjadi calon pelanggan yang memiliki potensi melakukan transaksi.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:

  • Mengumpulkan data calon pelanggan melalui formulir pendaftaran atau langganan newsletter.
  • Mendorong pengunjung untuk meminta demo produk atau konsultasi.
  • Mengarahkan calon pelanggan menuju halaman pembelian sehingga peluang penjualan meningkat.

Semakin relevan dan menarik CTA yang digunakan, semakin besar peluang audiens untuk mengambil tindakan yang diharapkan.

3. Membantu Mengarahkan Perjalanan Pelanggan

Dalam proses pemasaran, pelanggan biasanya melewati beberapa tahap sebelum akhirnya melakukan pembelian. CTA membantu mengarahkan perjalanan tersebut agar berlangsung lebih terstruktur.

Sebagai contoh, pengunjung yang baru mengenal sebuah merek dapat diarahkan untuk membaca artikel terkait terlebih dahulu. Setelah tertarik, mereka dapat diarahkan untuk mengunduh panduan, mendaftar konsultasi, atau langsung melakukan transaksi.

4. Mendukung Strategi Penjualan dan Marketing

CTA juga berfungsi sebagai alat evaluasi yang membantu bisnis mengukur efektivitas kampanye pemasaran. Melalui jumlah klik yang diperoleh, tim pemasaran dapat mengetahui apakah pesan yang disampaikan berhasil menarik perhatian audiens atau tidak.

Dengan kata lain, CTA tidak hanya mendorong tindakan, tetapi juga menyediakan data penting yang mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan pemasaran dan penjualan.

Baca Juga: Pengertian Conversion Rate, Cara Hitung dan Meningkatkannya

Jenis-Jenis Call to Action

Setiap call to action memiliki tujuan yang berbeda dalam strategi pemasaran.  Berikut beberapa jenis CTA yang paling sering digunakan dalam aktivitas marketing: 

1. CTA untuk Lead Generation

CTA jenis ini membantu bisnis mengumpulkan informasi kontak dari calon pelanggan yang menunjukkan minat terhadap produk atau layanan. Biasanya, CTA ditempatkan pada halaman blog, landing page, atau floating banner yang memiliki jumlah pengunjung tinggi.

Cara ini juga memudahkan perusahaan untuk mengubah pengunjung biasa menjadi prospek yang berpotensi menjadi pelanggan.

Contoh CTA untuk lead generation antara lain:

  • Daftar Sekarang
  • Ajukan Demo
  • Berlangganan Newsletter
  • Unduh Panduan Gratis

2. CTA untuk Penjualan Produk atau Jasa

CTA penjualan berfokus pada tindakan yang menghasilkan transaksi secara langsung. Jenis CTA ini biasanya muncul pada halaman produk, halaman pembayaran, atau promosi khusus yang menawarkan keuntungan tertentu kepada pelanggan.

CTA penjualan sering menggunakan kalimat yang menciptakan rasa urgensi sehingga audiens terdorong untuk segera mengambil keputusan. Selain itu, bisnis juga kerap menambahkan penawaran menarik seperti diskon atau bonus untuk meningkatkan peluang konversi.

3. CTA untuk Meningkatkan Engagement

Tidak semua CTA bertujuan menghasilkan penjualan. Banyak bisnis menggunakan CTA untuk mendorong audiens berinteraksi dengan konten yang mereka publikasikan. Interaksi tersebut dapat berupa komentar, share, maupun mengikuti akun media sosial.

Semakin tinggi tingkat keterlibatan audiens, semakin besar pula peluang konten menjangkau lebih banyak orang secara organik. Selain meningkatkan visibilitas, strategi ini juga membantu bisnis membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas dan pelanggan.

4. CTA untuk Brand Awareness

CTA untuk brand awareness bertujuan memperkenalkan merek kepada audiens yang belum mengenal bisnis. Fokus utama CTA ini bukan pada penjualan langsung, melainkan membangun ketertarikan dan meningkatkan pemahaman audiens terhadap produk, layanan, atau nilai yang ditawarkan perusahaan.

Jenis CTA ini sering digunakan dalam artikel edukatif, kampanye promosi, maupun publikasi event. Dengan memberikan informasi yang relevan, bisnis dapat menarik perhatian calon pelanggan sebelum mengarahkan mereka ke tahap berikutnya dalam proses pembelian.

Beberapa contoh CTA untuk meningkatkan brand awareness antara lain:

  • Baca Selengkapnya
  • Pelajari Lebih Lanjut
  • Lihat Demonstrasi Produk
  • Beli Tiket Sekarang
jenis jenis call to action

Contoh Call to Action yang Efektif

CTA yang efektif umumnya memiliki satu kesamaan, yaitu menggunakan kata kerja yang jelas dan langsung mengarahkan audiens untuk bertindak. Berikut beberapa contoh dan penjelasannya: 

1. Contoh CTA pada Website

Website memerlukan CTA yang berfungsi sebagai penunjuk arah agar pengunjung dapat menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan lebih mudah. Beberapa contoh CTA yang sering digunakan pada website antara lain:

  • “Pelajari Lebih Lanjut”
  • “Lihat Demonstrasi Produk”
  • Discover More
  • “Baca Selengkapnya”
  • Read More

Selain tombol, elemen seperti kolom pencarian dan ikon untuk kembali ke bagian atas halaman juga dapat berfungsi sebagai CTA karena membantu pengunjung berinteraksi dengan website secara lebih nyaman.

2. Contoh CTA pada Landing Page

Landing page biasanya berfokus pada satu tujuan utama, seperti mengumpulkan data calon pelanggan atau mendorong pendaftaran layanan. Oleh karena itu, CTA pada halaman ini harus tampil jelas dan mudah ditemukan.

Beberapa contoh CTA yang efektif untuk landing page meliputi:

  • “Daftar Sekarang”
  • “Ajukan Demo”
  • “Mulai Konsultasi Sekarang”
  • “Kirim”
  • Submit
  • “Dapatkan Versi Percobaan Gratis”
  • Book a Call

CTA tersebut membantu calon pelanggan mengambil langkah berikutnya tanpa merasa bingung atau ragu.

3. Contoh CTA pada Media Sosial

Media sosial mengandalkan interaksi untuk meningkatkan jangkauan dan membangun hubungan dengan audiens. Karena itu, CTA pada platform ini biasanya mengajak pengguna untuk memberikan respons secara langsung.

Beberapa contoh CTA yang sering digunakan di media sosial antara lain:

  • “Bagikan Posting Ini”
  • “Tulis Komentar”
  • “Tag Teman Anda”
  • “Ikuti Kami di Instagram”
  • Follow Kami di Media Sosial”

Banyak brand juga memanfaatkan QR Code pada iklan luar ruang untuk mengarahkan audiens ke akun media sosial, halaman promosi, atau website resmi mereka hanya dengan satu kali pemindaian.

4. Contoh CTA pada Email Marketing

Dalam strategi email marketing, CTA membantu menjaga hubungan dengan pelanggan sekaligus mendorong mereka untuk melakukan tindakan tertentu. CTA yang relevan dapat meningkatkan tingkat klik dan keterlibatan penerima email.

Beberapa contoh CTA yang dapat digunakan meliputi:

  • “Berlangganan Newsletter Kami untuk Penawaran Eksklusif”
  • “Dapatkan Pemberitahuan Terbaru”
  • “Bergabunglah dengan Komunitas Kami”
  • “Daftar Sekarang untuk Akses Premium”

5. Contoh CTA untuk E-commerce

Bisnis e-commerce sering menggunakan CTA yang lebih tegas karena tujuannya adalah mendorong transaksi secara langsung. CTA jenis ini biasanya menonjolkan manfaat, promo, atau kemudahan proses pembelian.

Berikut beberapa contoh CTA yang umum digunakan:

  • “Beli Sekarang”
  • “Beli Sekarang dan Dapatkan Diskon 20%”
  • “Dapatkan Diskon Hari Ini”
  • “Tambahkan ke Keranjang”
  • Checkout Sekarang”
  • “Tinggalkan Ulasan”
  • “Berikan Tanggapan Anda”

5 Cara Membuat CTA yang Menarik dan Efektif

CTA yang efektif tentunya akan membantu mereka memahami langkah berikutnya dengan lebih mudah. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pemilihan kata, penempatan, hingga strategi pengujiannya agar CTA mampu menghasilkan konversi yang optimal.

1. Gunakan Kalimat yang Jelas dan Singkat

Audiens biasanya mengambil keputusan dalam hitungan detik. Karena itu, gunakan kalimat CTA yang ringkas, mudah dipahami, dan langsung mengarahkan mereka pada tindakan tertentu.

Misalnya, daripada menggunakan kalimat “Klik Di Sini”, Anda dapat menggunakan CTA yang lebih spesifik seperti “Dapatkan Ebook Gratis” atau “Mulai Uji Coba Gratis”. Kalimat seperti ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai manfaat yang akan diterima audiens.

2. Ciptakan Rasa Urgensi

Rasa urgensi dapat mendorong audiens mengambil keputusan lebih cepat. Strategi ini sering digunakan untuk mengurangi keraguan sekaligus meningkatkan konversi dalam waktu singkat.

Anda dapat menambahkan kata-kata seperti “Sekarang”, “Hari Ini”, atau “Segera” untuk menciptakan kesan bahwa kesempatan tersebut tidak akan selalu tersedia. Penawaran dengan batas waktu tertentu mampu meningkatkan motivasi audiens untuk bertindak.

Namun, pastikan rasa urgensi yang dibuat tetap relevan dan tidak berlebihan agar audiens tetap percaya terhadap brand yang Anda bangun.

3. Sesuaikan CTA dengan Target Audiens

Jika audiens masih berada pada tahap mencari informasi, gunakan soft CTA seperti “Pelajari Lebih Lanjut”, “Baca Selengkapnya”, atau “Lihat Panduan Lengkap”

Sebaliknya, jika audiens sudah menunjukkan minat untuk membeli, gunakan hard CTA seperti “Checkout Sekarang”, “Pesan Hari Ini”, atau “Mulai Berlangganan”.

Selain itu, sesuaikan CTA dengan tujuan bisnis. Jika fokus utama adalah mengumpulkan data calon pelanggan, gunakan CTA yang mengarahkan pengunjung untuk mengisi formulir atau mendaftar newsletter

4. Letakkan CTA pada Posisi yang Strategis

Pastikan CTA muncul pada area yang mudah terlihat, seperti bagian atas halaman (above the fold), di tengah konten ketika pembahasan sedang menarik perhatian pembaca, atau pada akhir artikel setelah audiens mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Selain posisi, desain juga berperan penting dalam meningkatkan visibilitas CTA. Gunakan warna yang kontras dengan latar belakang, ukuran font yang mudah dibaca, dan desain tombol yang menonjol tanpa mengganggu kenyamanan pengguna.

Pada artikel blog, CTA umumnya ditempatkan di beberapa lokasi berikut:

  • Akhir artikel
  • Sidebar
  • Floating banner
  • Bagian tengah konten
  • Pop-up yang muncul pada waktu tertentu

5. Lakukan A/B Testing untuk CTA

Tidak ada satu formula CTA yang selalu berhasil untuk semua bisnis. Karena itu, lakukan A/B testing secara berkala untuk mengetahui versi CTA yang memberikan hasil terbaik.

Dengan melakukan A/B testing secara konsisten, bisnis dapat terus meningkatkan performa CTA, mengurangi biaya akuisisi pelanggan, dan memperoleh return on investment (ROI) yang lebih baik.

Tingkatkan Conversion Bisnis Anda Bersama Zenian

CTA dapat membantu meningkatkan konversi, menghasilkan lebih banyak leads, serta menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik. Oleh karena itu, setiap bisnis perlu memastikan bahwa CTA yang digunakan mampu mendorong audiens bertindak.

Jika ingin mengoptimalkan CTA dan membangun strategi digital yang menghasilkan, PT Zenian Digital Lab  siap menjadi partner Anda. Dengan pengalaman menangani ribuan leads dari berbagai client, tim kami siap membantu mengubah traffic menjadi peluang bisnis yang lebih nyata.

Baca Juga: Cara Bikin Iklan di Google: Panduan Lengkap untuk Pemula

Logo Zenian

Subscribe to learn more about Original Research & Studies

By clicking “Subscribe” you agree to Zenian Privacy Policy and consent to Zenian using your contact data for newsletter purposes

Bagikan artikel ini